Pantai Atuh ,Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Bali

Hamparan Pasir Putih Pantai Atuh
Pantai Atuh ialah pantai yang dianugerahkan Dewata untuk siapapun yang datang ke Bali. Pantai ini memiliki pasir putih yang indah dan lembut sehingga membuat betah siapapun yang mengunjunginya. Memang perlu sedikit usaha untuk mencapainya yakni dengan berjalan kaki melewati tegalan dan tebing yang cukup curam namun indah, tapi segala panorama dan keindahan Atuh yang sangat memesona bisa segera membayar rasa capek dan lelah setelah berjalan jauh.

pantai-atuh OLYMPUS DIGITAL CAMERA pantai-atuh3

Di depan Pantai terdapat dua pulau kecil yang sering dikenal dengan nama Batu Abah. Pantai ini membentang kurang lebih 500 meter dan dibatasi langsung oleh atol dan dua pulau kecil di depannya. Di salah satu pulau kecil ini terdapat pura yang disucikan. Masyarakat lokal sering menggunakan pulau ini untuk memancing. Di tepi pantai juga terdapat Pura yang diempon oleh beberapa Banjar. Di Pura inilah salas satu tari sakral dan satu-satunya di dunia dipentaskan, yaitu Jangkang Pelilit. Tarian ini merupakan gambaran tarian keprajuritan pada jaman dahulu.

Disekitaran pantai ini juga ada dua sumur yang sudah tua dan begitu disakralkan oleh masyarakat setempat. Dulunya sumur tua ini menjadi tulang punggung masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan akan air sehari-harinya sebelum adanya PDAM. Konon, sumur ini jarang kering sekalipun di musim kemarau panjang, karenanya perannya sangat vital bagi penduduk setempat ketika itu.

Pantai Atuh sangat kondusif bagi Anda untuk menyepi dan menyendiri mencari wangsit, ide, atau sekadar untuk menenangkan diri. Beruntung posisi pantai ini tersembunyi sehingga kealamian dan kebersihannya masih terjaga karena memang belum banyak orang yang mendatanginya. Ombak di Pantai Atuh lumayan besar karena berhadapan langsung dengan laut lepas. Makanya diperlukan kehati-hatian yang ekstra jika ingin berenang.

Lokasi

Pantai Atuh berada di Banjar Pelilit, Desa Pejukutan, Bali. Untuk mencapai Pantai Atuh bisa dilakukan dengan berjalan kaki sekitar 45 menit dengan menyusuri tegalan dan tebing bukit yang curam namun indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: