Gedung Kesenian I Ketut Maria

Menonton Pentas Seni di Gedung I Ketut Maria
Gempuran kesenian dan kebudayaan asing ialah salah satu penyebab mengapa pembangunan Gedung Kesenian I Ketut Maria dilakukan. Sebagaimana diketahui, kesenian lokal kalau tak dibentengi dan dijaga maka akan mudah sekali terdegradasi oleh kebudayaan dan kesenian asing dari Barat yang dianggap lebih trendy, modern, dan gaul oleh segenap kalangan muda kita di masa kini. Makanya, apresiasi patut diberikan kepada Pemerintahan Tabanan yang telah berinisiatif untuk membangun gedung kesenian ini.

gedung-seni gedung-seni2 gedung-seni3 gedung-seni4

Gedung Ketut Maria dibangun dengan tujuan untuk menjaga kelestarian berbaga kebudayaan dan adat-istiadat Bali. Mengapa dinamakan Gedung Ketut Maria? Gedung ini dibangun oleh Pemerintahan Kabupaten Tabanan sebagai tanda penghormatan kepada jasa-jasa seniman kenamaan I Ketut Maria. Gedung ini kemudian menjadi pusar kegiatan kesenian khususnya tari-tarian kreasi.

I Ketut Maria ialah seniman besar yang berasal dari Tabanan dimana ketika usia remajanya ia sudah dikenal masyarakat sebagai penari Sisya dalam Drama Tari Calonatrang dan juga Gandrung yang merupakan sejenis tarian joget yang dibawakan oleh penari pria. Ketika dewasanya, I Ketut rupanya telah banyak memikat penonton ketika melakukan pementasan Tari Jauk dan Tari Topeng.

Dari berbagai penguasaannya mengenai banyak ragam tarian klasik Bali maka muncullah tari-tari baru yang merupakan hasil kreasi dan daya cipta sang Ketut Maria seperti Tari gebyar Duduk (1925) maupun Tari oleg Tamulilingan (1952). Bukan hanya di Bali, ataupun Indonesia saja nama Ketut Maria terkenal. Beberapa kali melakukan pementasan di luar negeri membuat namanya makin berkibar di beberapa negara di Amerika maupun Eropa.

Penonton di negara-negara tersebut kemudian menjuluki Ketut Maria sebagai The Great Mario. Fasilitas yang ada di Gedung I Ketut Maria ini seperti toilet, area parkir yang lumayan luas, warung nasi yang juga menjajakan makanan dan minuman yang banyak dibutuhkan oleh para pelancong. Gedung ini berjarak sekitar 26 km dari Ibukota Denpasar dan bisa ditempuh dalam jangka waktu 40 menit.

Sumber : bali.panduanwisata.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: