Pura Maospahit

Pura Maospahit yang Bersejarah
Pura Maospahit merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit yang dibangun pada abad 14-15 M. sebab itu, tak heran kalau pura ini memiliki gaya arsitektur khas Jawa Timur yang juga tergolong dalam Pura Kawitan. Hal demikian tampak terlihat dari reliefnya yang terpahat kokoh digerbang dan bangunan pura sebagai berikut;

- Arca Terrakota yang terdapat dibagian kiri dan kanan bangunan gedung Pura Maospahit ini.
– Arca Terrakota Pergina dan Fragmen Terrakota yang terdapat di bangunan gedung Kemimitan.
– Relief Garuda dan Relief Bima yang terpahat di sisi kiri dan kanan Candi Bentar.

pura-maospahit4 pura-maospahit5 pura-maospahit pura-maospahit2 pura-maospahit3

Ketika akan memasuki halaman depan terdapat gerbang dalam bentuk Candi Belah atau Candi Bentar, sebelum menuju halaman belakang terlebih dahulu melewati Kori Agung dalam bentuk Paduraksa. Saat sampai pada bagian halaman belakang pura terdapat berbagai bangunan dan benda-benda suci dalam bentuk tajuk, gedong, bale, padmasana, pelinggih, kori dan lain-lain. Bentuk bangunan Pura Maospahit tidak terlalu besar, namun mempunyai beberapa keistimewaan. Pura ini terdiri dari dua halaman, yakni halaman depan/jabaan dan halaman belakang/jeroan. Halaman belakang atau jeroan merupakan halaman utama. Susunan yang demikian mirip dengan candi-candi Jawa Timur.

Benda-benda Lain
Selain benda benda tersebut diatas, ada beberapa bangunan atau benda suci yang jauh lebih penting, karena merupakan peninggalan zaman prasejarah yang tidak ternilai bila ditinjau dari sudut arkeologis, adapun benda benda tersebut:

- Meja Batu, terbuat dari bebatuan jenis Tuva Breksi, monolit berwarna hitam, memiliki bentuk yang bulat. Keunikan dari meja batu ini ialah berhiaskan bunga teratai, kepala Banaspati, dan gajah.
– Prasada, denahnya segi empat, terdiri atas kaki, badan dan atap yang makin ke atas makin meruncing serta bertingkat.
– Batu Pesiraman, Pepalungan batu ini ditaruh di sebelah barat laut meja batu. Bentuknya agak lonjong ditempatkan di atas bebaturan bata yang rendah. Menilik bentuk dan bahannya batu pesiraman ini adalah dolmen dari tradisi megalitik juga.

Lokasi
Pura Maospahit bisa Anda jumpai di Jalan Dr. Sutomo, Banjar Tatasan Kelod, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: