Pura Gunung Lebah

Memuja Sang Hyang Widhi di Pura Gunung Lebah
Keberadaan dan eksistensi pura-pura di Bali memang menjadi salah satu daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Pulaunya Para Dewa tersebut. Sehingga pura-pura di Bali memiliki peran yang berganda; yakni selain sebagai tempat pemujaan para Dewa dan menyucikan diri, juga sekaligus sebagai area wisata yang diminati banyak wisatawan yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam soal cerita tentang sejarah, maupun berbagai keunikan pura-pura tersebut.

pura-gunung-lebah pura-gunung-lebah2 SONY DSC pura-gunung-lebah4

Sebagaimana halnya Pura Gunung Lebah yang unik dan berbeda dari pura-pura lainnya karena keberadaannya di bawah jembatan Sungai Campuhan, Ubud. Pura Gunung Lebah merupakan salah satu pura yang tegolong dalam Pura Kahyangan Jagat. Arti kata Gunung Lebah sendiri yakni sebuah bukit kecil yang ada di lembah, dan bukit ini menjadi pertemuan dua luar sungai yakni Sungai Oos dan Sungai Cerik.

Suasana pura ini begitu tenang dan sejuk karena keadaannya yang basah dan dikelilingi oleh hutan. Demikian juga, pura ini dirimbuni oleh batang dan daun bambu yang menambah panorama alam di sekitar hutan begitu menakjubkan. Karena ketenangan suasana dan keadaan alamnya yang masih alami, maka tak heran jika banyak orang yang mendambakan ketenangan atau bahkan bersemedi banyak yang datang ke pura ini.

Pura ini dibuat sebagai tempat pemujaan bagi Sang Hyang Btari Danuring Gunung Batur dan menjadi cikal bakal keberadaan Desa Ubud. Di pura ini juga dilaksanakan suatu upacara untuk membersihkan alam yang disebut upacara Panyegjeg Bumi, yang dilaksanakan setiap 100 tahun sekali. Pura ini dibangun pada abad ke-8 oleh pendeta Hindu bernama Rsi Markendya sekembalinya beliau dari perjalanan menuju ke Gunung Agung. Beliau terpesona dengan keindahan lembah sehingga dibuatnyalah pura ini sebagai tempat meditasi dan membuka hutan untuk daerah pemukiman hingga akhirnya daerah ini dinamakan “Ubad” yang sekarang disebut “Ubud”.

Lokasi

Pura Gunung Lebah ini berada di Jalan Campuhan, Desa Ubud, Bali, dapat dicapai dalam waktu sekitar 25 menit dengan jarak kira-kira 18 km dari Kota Denpasar Bali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: